Tampilkan postingan dengan label medis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label medis. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Desember 2009

BLIGHTED OVUM



Definisi
Blighted ovum atau dalam bahasa yunaninya kehamilan kosong biasa disebut juga early pregnancy failure. Yang artinya adalah pembuahan tanpa embrio (suatu kehamilan tanpa dijumpai adanya pertumbuhan embrio).

Penyebab:
1. 60% disebabkan adanya kelainan kromosom pada saat prosesp pembuahan sel telur dan sel sperma.
2. Infeksi dari TORCH, kelainan imunologi, dan penyakit diabetes tidak terkontrol.
3. Faktor usia suami dan istri. (semakin tinggi usia suami ato istri, besar pula peluang terjadinya BO).

Mendeteksi BO dilakukan melalui UGS transvaginal pada usia kehamilan 6-7 minggu (satu setengah bulan), karena diameter kantung kehamilan telah lebih besar dari 16 mm. Yang terlihat adalah: kantong kehamilan kosong, tidak berisi janin, atau janin sudah terbentuk tetapi janin itu tidak tumbuh dan berkembang sebagaimana mestinya. Kandungan hanya berupa kantong rahim yang berisi cairan.. Uteruspun akan berhenti pembesarannya. Dan kemudian diiringi oleh embrio yang juga akan terhenti perkembangannya lalu mati. tidak terdengarnya denyut jantung si janin.

Pencegahan:
1. Test darah untuk mengetahui apakah terinfeksi virus TORCH.
2. Melakukan terapi penyembuhan dan imunisasi terhadap virus TORCH
3. Melakukan pemeriksaan kromosom
4. Hidup sehat ( menghentikan kebiasaan merokok dan minum beralkohol)
5. Pemeriksaan kehamilan secara rutin
6. Usia kehamilan 6-7 minggu, USG untuk memastikan perkembangan.
7. Bila belum terlihat, maka kembali lagi pada minggu ke 8

Ulkus Kornea





Defenisi
Ulkus Kornea merupakan luka terbuka pada lapisan kornea yang paling luar1,2,3, dimana terjadi hilangnya sebagian permukaan kornea4,5 akibat kematian jaringan kornea yang disebabkan adanya kolagenase oleh sel epitel baru dan sel radang.6,7,8


http://www.mpomg.com
Gambar 1. mata normal9



http://www.citybeachvet.com
Gambar 2. Ulkus kornea5

Insidensi
Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Amerika Sarikat, ulkus kornea lebih sering terjadi pada musim panas10, mengenai pria dan usia yang mempunyai angka tertinggi menderita ulkus kornea adalah sekitar 21 hingga 30 tahun. Namun ulkus kornea dapat mengenai semua usia.11

Klasifikasi
Berdasarkan bentuk ulkus kornea terbagi menjadi:
1. Sentral
2. Marginal / perifer.6,7,12,13
Berdasarkan perjalanan penyakit ulkus kornea terbagi tiga yaitu:
1. Progresif, terihat infiltrasi sel leukosit dan limfosit yang memakan bakteri atau jaringan nekrotik yang terbentuk.
2. Regresif
3. Membentuk jaringan parut akan terdapat epitel, jaringan kolagen baru dan fibroblast.6

Etiologi
Terdapat beberapa penyebab timbulnya ulkus kornea, antara lain yaitu:
1.Infeksi bakteri
- Streptokokus alfa hemolitik
- Stafilokokus aureus
- Moraxella likuefasiens
- Pseudomonas aeroginosa
- Alcaligenes sp
- Streptokokus anaerobik
- Streptokokus beta hemolitik
- Enterobakter hafniae
- Proteus sp
- Stafilokokus epidermidis
- Infeksi campuran Erogenes dan Stafilokokus aureus.2,3,7,14,15,16


http://www.alcon.com
Gambar 3. Ulkus kornea disebabkan oleh bakteri4
2. Infeksi jamur (Candida albicans, Fusarium solani, Norcardia, Aspergilus)2,6,10,12,13

http://www.nature.com
Gambar 4. Ulkus kornea karena jamur17
3. Infeksi virus (Herpes simplex, herpes zoster)2,6,12,13,18,19
4 Defisiensi vitamin A6,9,12
5. Lagophtalmus akibat parese N. VII dan N.III6,12
6. Trauma yang merusak epitel kornea6,9
7. Mata kering karena kelopak mata tidak menutup sempurna19
Faktor resiko terbentuknya ulkus:
- Cedera mata
- Ada benda asing di mata
- Iritasi akibat lensa kontak.2,9,19,20

http://www.citybeachvet.com
Gambar 5. Ulkus kornea akibat lensa kontak5

Gejala Klinis
Beberapa gejala yang selalu timbul pada ulkus kornea diantaranya:
1.Mata merah
2.Sakit mata ringan hingga berat
3.Fotofobia
4.Penglihatan menurun
5.Mata terasa gatal
6.Kotoran pada mata
7.Kekeruhan berwarna putih pada kornea
8.Peningkatan pembentukan air mata (hiperlakrimasi)
9.Pada kornea akan tampak bintik nanah yang berwarna kuning keputihan.2,3,4,6,8,9,19,21
Gejala yang dapat menyertai adalah terdapatnya penipisan kornea, lipatan Descemet, reaksi jaringan kornea (akibat gangguan vaskularisasi iris), hipopion, hipema dan sinekia posterior. 6,22

http://www.eyelearn.med.utoronto
Gambar 6. Ulkus kornea dengan hipopion16

http://www.cehjournal.org
Gambar 7. Ulkus kornea dengan hipopion22

http://www.ulkus kornea.eyes-and-vision.com
Gambar 8. Ulkus kornea dengan hipopion23

Pada ulkus kornea yang disebabkan oleh jamur dan bakteri akan terdapat defek epitel yang dikelilingi PMN. Bila infeksi disebabkan virus, akan terlihat reaksi hipersensitifitas di sekitarnya.6
Biasanya kokus gram positif, Stafilokokus aureus dan Streptokokus pneumoni akan memberikan gambaran ulkus yang terbatas, berbentuk bulat atau lonjung, berwarna putih abu-abu pada anak ulkus yang supuratif. Daerah kornea yang tidak terkena akan tetap berwarna jernih dan tidak terlihat infiltrasi sel radang. 6
Bila ulkus disebabkan Pseudomonas maka ulkus akan terlihat melebar dengan cepat, bahan purulen berwarna kuning hijau terlihat melekat pada permukaan ulkus.
Bila ulkus disebabkan jamur maka infiltrat akan berwarna abu-abu dikelilingi infiltrat halus di sekitarnya (fenomena satelit). 6,18
Ulkus yang disebabkan oleh virus herpes simpleks berbentuk khas seperti dendrite dan akan terdapat hipestesi pada kornea. Ulkus yang berjalan cepat dapat membentuk descemetokel atau terjadi perforasi kornea.6,20
Bila proses pada ulkus berkurang maka akan terlihat berkurangnya rasa sakit, fotofobia, berkurang infiltrate pada ulkus dan defek epitel kornea menjadi bertambah kecil.6

Diagnosis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.
Pemeriksaan yang biasa dilakukan adalah:

- Slit-lamp
- Keratometri
- Uji sensibilitas
- Uji flouresensi
- Tes Seidel 2,3,9,19,21,24


Pemeriksaan Penunjang

Dengan pemeriksaan biomikroskopi tidak mungkin untuk mengetahui diagnosis kausa dari ulkus kornea. Karena itu perlu dilakukan pemeriksaan tambahan lainnya. Ulkus kornea akan memberikan kekeruhan berwarna putih pada kornea dengan defek epitel yang dengan pewarnaan fluorescein akan berwarna hijau ditengahnya. Iris sukar dilihat karena keruhnya kornea akibat edema dan infiltrasi sel.
Pemeriksaan laboratorium sangat berguna untuk membantu membuat diagnosa kausa. Pemeriksaan jamur dilakukan dengan melakukan sediaan hapus yang menggunakan larutan KOH. Sebaiknya pada setiap ulkus kornea dilakukan pemeriksaan kultur dan
pemeriksaan gram.6,7

Penatalaksanaan
Ulkus kornea adalah keadaan darurat yang harus segera ditangani oleh dokter spesialis mata. Penatalaksanaan ulkus kornea tergantung kepada penyebabnya. Pengobatan umumnya untuk tukak kornea adalah dengan antibiotika yang sesuai topical dan subkonjungtiva, dan pasien bila mengancam perforasi, pasien tidak dapat memberi obat sendiri, tidak terdapat reaksi obat dan perlunya obat sistemik.
Diberikan obat tetes mata yang mengandung antibiotik, anti-virus atau anti-jamur.
Untuk mengurangi peradangan bisa diberikan tetes mata corticosteroid.2,3,21
Selain itu pengobatan ulkus kornea yang dilakukan dengan tambahan vitamin A juga dapat mempercepat proses pengecilan diameter ulkus.15 Ulkus yang berat mungkin perlu diatasi dengan pembedahan (pencangkokan kornea).3,6,19
Terdapat juga beberapa jenis pembedahan terhadap ulkus kornea seperti flep konjuctiva, keratektomi dan juga reseksi konjuktiva.13
Secara umum pengobatan ukus kornea tidak boleh dibebat, karena akan menaikkan suhu sehingga akan berfungsi sebagai incubator. Sekret yang terbentuk dibersihkan 4 kali sehari, perhatikan kemungkinan terjadinya glaukoma sekunder. Debridement sangat membantu penyembuhan.6,7
Pengobatan dihentikan bila terjadi epitelisasi dan mata terlihat tenang kecuali bila penyebabnya pseudomonas yang memerlukan pengobatan ditambah 1-2 minggu.
Pada ulkus kornea dilakukan pembedahan apabila :
- Dengan pengobatan tidak sembuh
- Terjadi jaringan parut yang menganggu penglihatan.6,7


Prognosis

Dengan pengobatan, ulkus kornea dapat sembuh tetapi akan meninggalkan serat-serat keruh yang menyebabkan pembentukan jaringan parut dan menganggu fungsi penglihatan. Komplikasi lainnya adalah infeksi di bagian kornea yang lebih dalam dan perforasi kornea.6,10,13,19

Gambar 9. Ulkus kornea dengan perforasi25


DAFTAR PUSTAKA

1. http://www.medicastore.com [diakses 29 April 2008]
2. http://www.indonesiaindonesia.com/f/ulkus-kornea [diakses 29 April 2008]
3. http://www.mail-archive.com [diakses 29 April 2008]
4. http://www.alcon.com [diakses 29 April 2008]
5. http://www.citybeachvet.com [diakses 29 April 2008]
6. Ozawa M. Ulkus Kornea.2007 http://exdeath-health.blogspot.com [diakses 29 April 2008]
7. Ilyas S. Ilmu Penyakit Mata edisi ke-2.Jakarta:Balai Penerbit FKUI.2003.164-71
8. Krachmer J, Mannis M and Holland E. Cornea second edition. Mosby: Elsevier.2005.353
9. Corneal Ulcers. http://www.mpomg.com [diakses 29 April 2008]
10. Hollwich F. Oftalmologi Edisi kedua. Jakarta: Binarupa Aksara.1993.90-2
11. Corneal Ulcers http://www.emedicine.com [diakses 29 April 2008]
12. Ilyas S. Kedaruratan Dalam Ilmu Penyakit Mata. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.2005.69-71
13. Ilyas S. Penuntun Ilmu Penyakit Mata edisi ke-2.Jakarta:Balai Penerbit FKUI.2003
14. Ilyas S, Tanzil M dkk. Sari Ilmu Penyakit Mata. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.2003
15. Ramadhan S. Efek terapi Kombinasi Ofloxacin 0,3% dan Vitamin A Topikal pada Proses Penyembuhan Ulkus Kornea Bakteri Staphylococcus aureus (pada Kelinci Percobaan). FKUI.2004 http://digilib.litbang.depkes.go.id [diakses 29 April 2008]
16. Corneal Ulcers http://www.eyelearn.med.utoronto.ca [diakses 29 April 2008]
17. http://www.nature.com [diakses 29 April 2008]
18. Vaughan DG, Asbury T and Eva PR. Oftalmologi Umum edisi ke-14. Jakarta:Widya Medika.2000.132
19. Corneal Ulcer. http://www.webmd.com/eye-health/corneal-ulcer [diakses 29 April 2008]
20. Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia. Ilmu Penyakit Mata Untuk Dokter Umum dan Mahasiswa Kedokteran Edisi kedua. Jakarta:Sagung Seto.2002.134
21. Corneal Ulcer. http://www.stlukeseye.com [diakses 29 April 2008]
22. Corneal Ulcer With Hipopion. http://www.cehjournal.org [diakses 29 April 2008]
23. http://www.ulkus kornea.eyes-and-vision.com [diakses 29 April 2008]
24. Ilyas S. Dasar-Teknik Pemeriksaan Dalam Ilmu Penyakit Mata edisi kedua. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.2006
25. Ilyas S. Atlas Ilmu Penyakit Mata. Jakarta: Sagung Seto.2001.34

Antropologi Forensik

PENDAHULUAN

Ilmu antropologi forensik termasuk ilmu yang relatif baru. Walaupun pada awal abad ke-19 terdapat pemecahan kasus pembunuhan dengan menggunakan data pemeriksaan tulang dan bagian – bagian tubuh, namun keterkaitan antara antropologi dan penyelidikan polisi baru terjadi di tahun 1930-an. Pembunuhan antar geng pada tahun 1930-an membuat FBI mulai menyelidiki berdasarkan antropologi fisik.1
Perang dunia kedua dan Perang saudara di Korea membantu menyediakan data dasar mengenai informasi yang akan menjadi dasar identifikasi yang digunakan oleh antropologis saat ini. Dimulai dari penugasan identifikasi pada tentara yang mati. Para tentara yang akan bertempur membuat data kesehatan (catatan medis) sebelum diberangkatkan ke medan pertempuran, meliputi data usia, tinggi badan, riwayat penyakit terdahulu dan catatan dental, sehingga para penyelidik mampu untuk menentukan identitas para tentara dan membuat data statistik mengenai tulang dan tengkorak.1
Beberapa tahun terakhir, pemeriksaan antropologi forensik makin berkembang seiring dengan pemeriksaan kejahatan yang menjadi lebih kompleks. Identifikasi dari rangka dan sisa tubuh yang membusuk lainnya penting untuk alasan hukum maupun alasan kemanusiaan. 2
Antropologi forensik merupakan aplikasi dari ilmu fisik atau biologi antropologi dalam proses hukum. Merupakan pemeriksaan pada sisa – sisa rangka untuk membantu menentukan identitas dari jasad. Pemeriksaan ini dapat dilakukan sebagai langkah pertama untuk menentukan apakah sisa-sisa tersebut berasal dari manusia dan selanjutnya dapat menentukan jenis kelamin, perkiraan usia, bentuk tubuh, dan pertalian ras. Pemeriksaan dapat juga memperkirakan waktu kematian, penyebab kematian dan riwayat penyakit dahulu atau luka yang saat hidup menimbulkan jejas pada struktur tulang. 2,3


Sebagai contoh, jika rangka ditemukan di hutan, maka rangka akan dibawa ke laboratorium untuk ditentukan apakah rangka yang tertinggal merupakan rangka manusia, binatang atau material anorganik. Jika manusia, maka akan diperkirakan umur saat kematian, ras, jenis kelamin dan tinggi dari jasad. Jika rangka menunjukkan bukti bahwa telah dimakamkan dalam waktu lama atau dengan peti mati, maka ini biasanya hanya menunjukkan riwayat pemakaman daripada waktu kematian.2
Walaupun tugas utama dari antropologi adalah untuk menentukan identitas dari jasad, namun pada pengembangannya dapat juga untuk menentukan pendapat mengenai tipe dan ukuran senjata yang digunakan dan jumlah dari pukulan yang terdapat pada korban kekerasan. Kebanyakan antropologis memiliki kemampuan antropologi yang tinggi dan telah memeriksa banyak sisa-sisa dari rangka. Beberapa di antaranya juga memiliki pengalaman di bidang kepolisian dan medis, seperti halnya di bidang serologi, toksikologi, senjata api dan identifikasi jejas akibat alat, investigasi kejadian kejahatan, penanganan bukti kejahatan dan fotografi. Dan hanya sedikit antropologis yang menangani analisis jejak kaki dan identifikasi spesies dalam kaitannya dengan perkiraan waktu kematian yang sudah lewat. Antropologi forensik selalu berhubungan dengan patologi forensik, odontologi dan investigasi pembunuhan, cara kematian dan atau interval postmortem. 2
Perlu diingat, walaupun sebagian besar rangka manusia dewasa terdiri dari jumlah tulang yang sama (206), namun tidak ada dua rangka yang sama. Karena itu observasi dari pola atau rangka yang khas sering menunjukkan identifikasi pasti. 2


TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Definisi
Antropologi merupakan bidang studi sains tentang asal usul, prilaku, fisik, sosial dan pengembangan lingkungan manusia. Antropologi forensik merupakan bidang ilmu untuk physical anthropologists yang mengaplikasikan ilmunya dalam bidang biologi, sains, dan budaya dalam proses hukum. Antropologi Forensik adalah pemeriksaan pada sisa-sisa rangka. Pemeriksaan ini dapat dilakukan sebagai langkah pertama untuk menentukan apakah sisa-sisa tersebut berasal dari manusia.1,2,3,4,5,6,7

http://www.csc.villanova.edu.html

Gambar 1. Anatomi Rangka Manusia 5

Menurut American Board of Forensic Anthropology, forensik antropologi adalah aplikasi ilmu pengetahuan dari antropologi fisik untuk proses hukum. Identifikasi dari kerangka, atau sediaan lain dari sisa – sisa jasad (dugaan manusia) yang tidak teridentifikasi penting untuk alasan hukum maupun alasan kemanusiaan. Forensik antropologi mengaplikasikan tehnik sains sederhana yang berdasarkan antropologi fisik untuk mengidentifikasi sisa – sisa jasad manusia dan mengungkap tindak kejahatan.4
Antropologi forensik meliputi penggalian arkeologis; pemeriksaan rambut, serangga, plant materials dan jejak kaki; penentuan waktu kematian; facial reproduction; photographic superimposition; detection of anatomical variants; dan analisa mengenai cedera masa lalu dan penanganan medis. Namun, pada pelaksanaannya forensik antropologi terutama untuk menentukan identitas jasad berdasar bukti yang tersedia, yaitu menentukan jenis kelamin, perkiraan usia, bentuk tubuh, dan pertalian ras. 2

http://www.librarythinkguest.org
Gambar 2. Wire yang digunakan pada penyatuan fraktur.8


2.2. Ruang Lingkup Pemeriksaan Forensik
Faktor utama yang digunakan pada pemeriksaan forensik adalah:9
1. Osteologi
2. Dentisi
3. Etnobotani
Osteologi
Osteologi, merupakan satu dari teknik yang paling bermakna pada pemeriksaan antropologi forensik, karena antropologi forensik berhubungan dengan pemeriksaan sisa – sisa tulang maupun tulang yang utuh. Pemeriksa dapat menentukan perkiraan usia, jenis kelamin, pertalian ras, tampilan fisik saat hidup. Tengkorak merupakan bagian dari rangka manusia yang paling informatif. Namun, jarang sekali tengkorak ditemukan dalam keadaan utuh ataupun baik. Oleh karena itu osteologis harus dapat memanfaatkan apapun tulang yang tersedia. 9


http://www.mnsu.edu
Gambar 3. Alat – alat Ukur Pemeriksaan Osteologi.9


Osteologi harus mengerti mengenai kerangka manusia. Langkah pertama pertama dari osteologi menentukan sisa rangka yang ditemukan apakah dari manusia atau bukan. Walaupun banyak sekali variasi yang terdapat pada manusia atau hewan, namun terdapat persamaan-persamaan umum pada setiap spesies. Jika tengkorak tidak ditemukan, tulang manusia dapat dibedakan dari hewan berdasarkan bentuk, ukuran dan perbedaan densitas tulang. Penentuan spesies akan sangat sulit jika tulang yang ditemukan berupa pecahan – pecahan. Ada dua tipe sifat yang dapat ditemukan dari sisa – sisa rangka yaitu metrik dan nonmetrik. Tipe metrik adalah variasi ukuran tulang. Contohnya panjang dari humerus pada seseorang dapat lebih panjang dari orang lain yang mempunyai tinggi badan yang sama. Sifat nonmetrik adalah perbedaan antara tulang – tulang seseorang yang tidak dapat diukur. Contohnya penyatuan pada tulang seseorang dapat berbeda dengan orang lainnya. 9

http://www.library.med.utah.edu
Gambar 4. Penentuan jenis Kelamin Berdasar Metode Non Metrik10

Dentisi
Dentisi merupakan ilmu yang mempelajari sisa – sisa gigi. Analisa dari sisa – sisa gigi dapat digunakan untuk menentukan beberapa aspek pada antropologi forensik. Digunakan bersama dengan osteologi untuk menentukan usia, jenis kelamin dan diet. Pada orang dewasa terdapat 32 gigi yang pada masing – masing sisinya, pada rahang atas dan bawah terdapat dua insisivus, satu kaninus, dan dua atau tiga molar. Pada anak – anak terdapat dua puluh gigi dengan dua insisivus dan satu kaninus serta dua molar pada masing – masing kuadran. 9

Ethnobotani
Etnobotani merupakan ilmu yang mempelajari tentang serbuk sari dan tanaman dari masa lalu. Ini berguna untuk menentukan waktu sejak kematian dan menentukan diet dari sisi arkeologi. 9

2.3 Manfaat Pemeriksaan Antropologi Forensik
Antropologi forensik dapat digunakan untuk menentukan jenis kelamin, perkiraan umur, tinggi badan, dan pertalian ras. Pemeriksaan juga dapat digunakan untuk memperkirakan waktu kematian, dan dugaan penyebab kematian.1,2,3,4

Estimating Age

Determining Sex

Calculating Stature

http://www.journals.uchicago.edu
Gambar 5. Ruang Lingkup Pemeriksaan Antropologi Forensik11

Penentuan Jenis Kelamin
Jenis kelamin dapat ditentukan dengan beberapa cara dari bagian – bagian yang berbeda pada rangka. Penentuan jenis kelamin hanya mungkin pada rangka orang dewasa. Salah satu cara yang umum dilakukan yaitu dengan mengukur ukuran tulang, dimana pada pria ukuran rangka lebih besar. Pria juga lebih cenderung memiliki area lebih luas untuk perlekatan otot.1,2,7




http://www.mnsu.edu
Gambar 6. Perbedaan Pelvis Pria dan Wanita9

Pelvis adalah tulang yang paling umum digunakan untuk menentukan jenis kelamin. Sudut subpubis pada wanita lebih besar, biasanya lebih dari 900. Acetabulum, yang merupakan tempat perlekatan kepala femur dengan os pubis, khasnya lebih besar dan dalam pada pria dibandingkan wanita. Sakrum lebih lurus pada wanita dan lebih lengkung pada pria. Pintu atas panggul pada wanita lebih luas daripada pria.1,2,7

http://www.csc.villanova.edu.html
Gambar 7. Perbedaan Tengkorak Pria dan Wanita5

Kranium atau tengkorak merupakan tulang yang juga berguna untuk menentukan jenis kelamin. Dagu pada pria cendrung lebih petak dan lebih lancip pada wanita. Dahi pada pria cendrung lebih landai sedangkan pada wanita dahinya lebih lurus. Pria memiliki lengkungan alis yang lebih tinggi daripada wanita. 1,2,7
Perkiraan Umur
Walaupun umur sebenarnya tidak dapat ditentukan dari tulang, namun perkiraan umur seseorang dapat ditentukan. Biasanya pemeriksaan dari os pubis, sakroiliac joint, cranium, artritis pada spinal dan pemeriksaan mikroskopis dari tulang dan gigi memberikan informasi yang mendekati perkiraan umur. Untuk memperkirakan usia, bagian yang berbeda dari rangka lebih berguna untuk menentukan perkiraan usia pada range usia yang berbeda. Range usia meliputi usia perinatal, neonatus, bayi dan anak kecil, usia kanak-kanak lanjut, usia remaja, dewasa muda dan dewasa tua.1

http://www.csc.villanova.edu.html
Gambar 8. Penutupan Sutura Tengkorak5

Usia perinatal, yaitu bayi yang belum lahir, dapat ditentukan dari ukuran tulang. Ini karena faktor luar seperti malnutrisi pada ibu tidak akan mempengaruhi pertumbuhan fetus secara berarti. Dalam periode intake makanan yang kurang, tubuh ibu akan memberi nutrisi pada fetus, mengambil nutrien ibu. 1
Neonatus, bayi yg belum mempunyai gigi, sangat sulit untuk menentukan usianya karena pengaruh proses pengembangan yang berbeda pada masing-masing individu. Bayi dan anak kecil biasanya telah memiliki gigi. Pembentukan gigi sering kali digunakan untuk memperkirakan usia. Gigi permanen mulai terbentuk saat kelahiran, dengan demikian pembentukan dari gigi permanen merupakan indikator yang baik untuk menentukan usia. Beberapa proses penulangan mulai terbentuk pada usia ini, ini berarti bagian-bagian yang lunak dari tulang mulai menjadi keras. Namun, ini bukan faktor penentuan yg baik. 1
Masa kanak-kanak lanjut dimulai saat gigi permanen mulai tumbuh. Semakin banyak tulang yang mulai mengeras. Masa remaja menunjukkan pertumbuhan tulang panjang dan penyatuan pada ujungnya. Penyatuan ini merupakan teknik yang berguna dalam penentuan usia. Masing-massing epifisis akan menyatu pada diafisis pada usia-usia tertentu. Dewasa muda dan dewasa tua mempunyai metode-metode yang berbeda dalam penentuan usia; penutupan sutura cranium; morfologi dari ujung iga, permukaan aurikula dan simfisis pubis; struktur mikro dari tulang dan gigi. 1
Sutura kranium (persendian non-moveable pada kepala) perlahan-perlahan menyatu. Walaupun ini sudah diketahui sejak lama, namun hubungan penyatuan sutura dengan penentuan umur kurang valid. Morfologi pada ujung iga berubah sesuai dengan umur. Iga berhubungan dengan sternum melalui tulang rawan. Ujung iga saat mulai terbentuk tulang rawan awalnya berbentuk datar, namun selama proses penuaan ujung iga mulai menjadi kasar dan tulang rawan menjadi berbintik-bintik. Iregularitas dari ujung iga mulai ditemukan saat usia menua. 1

0-5

18-23

30-40 (in progress)
60+
http://www.librarythinkguest.org
Gambar 9. Perkembangan Tengkorak Berdasar Umur8
Perkiraan Interval Waktu Kematian
Memperkirakan waktu kematian sangat sulit. Biasanya diperkirakan berdasarkan jumlah dan kondisi dari jaringan lunak seperti otot, kulit, dan ligamen, keadaan tulang yang masih baik, luas yang berhubungan dengan pertumbuhan akar tanaman, bau busuk, dan aktivitas karnivora maupun serangga pada jasad. Namun banyak variabel yang harus dipertimbangkan, seperti suhu saat kematian, luka tusuk, kelembapan, ph tanah, dan kadar air. Semakin lama waktu kematian semakin sulit menentukan interval waktu kematian. 1,2
Pertalian Ras
Pertanyaan mengenai pertalian ras sulit untuk dijawab karena walaupun klasifikasi ras memiliki komponen biologis yang sama, tetap didasari dari hubungan sosial. Namun, beberapa rincian anatomis, terutama di wajah, sering menunjukkan ras individual. Pada ras kulit putih memiliki wajah yang menyempit dengan hidung yang agak meninggi dan dagu yang menonjol. Ras kulit hitam memiliki hidung yang lebar dan subnasal yang berlekuk. Indian Amerika dan Asia memilki bentuk tulang pipi yang menonjol dan tekstur gigi yang khas. 1

American Negroid

American Indian

Caucasoid

http://www.library.med.utah.edu
Gambar 10. Variasi Rangka Manusia Berdasarkan Ras10

Bukti Trauma
Setelah tanah dan kotoran lainnya dibersihkan dari tulang dengan menggunakan air dan sikat yang halus, maka jejas trauma yang halus sekalipun, akan terlihat. 1
Menentukan Tinggi badan
Penentuan tinggi badan menjadi penting pada keadaan dimana yang harus diperiksa adalah tubuh yang sudah terpotong-potong atau yang didapatkan rangka, atau sebagian dari tulang saja. 12
Penentuan taksiran tinggi badan dapat ditentukan dengan menggunakan kalkulator TI-82, dengan menggunakan persamaan y=m*x + b. Tinggi merupakan persamaan linear dari berbagai panjang tulang, yaitu humerus, radius, femur dan tibia. 1


DAFTAR PUSTAKA

1. Garrison DHJR. Crime Scene Protection. http://www.crimeandclues.com [diakses 27 November 2008]
2. Mann RW. The Forensic Anthropologist. http://www.crimeandclues.com [diakses 29 November 2008]
3. Forensic Anthropology. http://www.mnsu.edu.html [diakses 27 November 2008]
4. American Board of Forensic Anthropology. http://www.abfahomepage.com [diakses 27 November 2008]
5. Brand H. What is Forensic Anthropology?. http://www.csc.villanova.edu.html [diakses 29 November 2008]
6. Adamson Marci. Forensic Antrhopology and Human Osteology Resources. http://www.forensicantrho.com [diakses 29 November 2008]
7. Albert Midori. The Forensic Anthropology In Focus. http://www.all-about-forensic-science.com [diakses 29 November 2008]
8. Forensic Anthropology. http://www.librarythinkguest.org [diakses 29November 2008]
9. Minnesota State University Mankato. http://www.mnsu.edu [diakses 29 November 2008]
10. Rhine Stan. Forensic Antrhopology. Human Biological Variation. http://www.library.med.utah.edu [diakses 29 November 2008]
11. Forensic Anthropology. http://www.journals.uchicago.edu [diakses 29November 2008]
12. Idris AM. Pedoman Ilmu Kedokteran Forensik. Edisi pertama. Jakarta. Bina Rupa Aksara:1997.44.

Rabu, 16 Desember 2009

Mata sehat



Pagi ini mami bilang ada semangka
nice...to hear that..
seperti biasa setelah melakukan aktivitas pagi hari..
Today
Aq belah semangka dan masukin ke tuperware...
bwt d bawa kerja..bwt d rmh..
judul hari ini " berbagi semangka"
Why...?
Karena...

Banyak orang menyangka, semangka memiliki kandungan gizi yang sedikit, ketimbang buah lain. Jangan salah yach.. Menurut buku, The Visual Food Encyclopedia, buah menyegarkan ini selain bebas lemak, rendah kalori dan berkhasiat meningkatkan energi, ternyata juga mengandung multivitamin.

Kaya kandungan vitamin A, semangka bermanfaat untuk kesehatan mata. Selain itu, kandungan vitamin B6 di dalamnya juga membantu memproduksi zat kimiawi dalam otak, seperti serotonin, melatonin, dan dopamine, yang dapat meredam stres dan rasa gelisah.(secara samapai akhir thn..bnyk hal penting akan diputuskan)

Tak ketinggalan, jika Anda hobi mengonsumsi buah ini, vitamin C juga bisa didapatkan yang berguna untuk kekebalan tubuh, melindungi dari virus dan radikal bebas.(bisa awet muda...hihi)Selain itu..semangka juga g terlalu mahal..g ribet..iya kan..